Jakarta, 7 Februari 2019

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH) dr. H. Hakim Sorimuda Pohan, Sp.OG, menjadi salah satu peserta undangan kegiatan workshop tentang “Menangkal Taktik Industri Rokok Lewat Foundation for Smoke-Free World – Phillip Morris Internasional” yang diselenggarakan oleh Fakuktas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia bersama Asosiasi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) dan Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia (IAKMI), bekerjasama dengan Southeast Asia Tobacco Control Alliance ( SEATCA), di Hotel Aryaduta Jakarta pada tanggal 6 Februari 2019.

Tujuan diadakannya kegiatan workshop tersebut adalah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran komunitas Perguruan Tinggi serta lembaga-lembaga penelitian terkait kesehatan agar tidak terkecoh oleh taktik industri rokok yang menggunakan akademisi sebagai sarana untuk melestarikan bisnisnya. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan kewaspadaan para pimpinan dan komunitas fakultas kesehatan agar tidak terjebak oleh istilah, nama, visi dan misi, konsep-konsep, dan kegiatan-kegiatan yang seolah-olah sejalan dengan prinsip kesehatan untuk pengendalian tembakau.

Pada kesempatan itu, Ketua SMRH menyampaikan kesedihan juga kehawatirannya terkait bahaya rokok diantaranya yaitu  mengenai industri rokok sangat gencar memberitakan terjadinya PHK besar besaran adalah karena gencarnya kampanye anti rokok, padahal pabrik rokok bekerja habis-habisan untuk memperbesar tingkat produksi dengan menggunakan mesin dan mengurangi pekerja/tenaga manusia, sehingga dengan pengurangan tenaga kerja  maka pendapatan secara ekonomi pengusaha rokokmeningkat karena meningkatnya produksi rokok dengan menggunakan mesin. Awalnya biaya tenaga kerja sebesar 12 – 14% dari Production Cost turun menjadi 0,5% dari Production Cost. Isu tersebut, sangat merugikan kita khususnya dibidang kesehatan.

Sementara itu, UN General Assembly menyatakan bahwa ada pertentangan yang mendasar antara kepentingan industri rokok dengan kesehatan masyarakat, hal ini telah diikuti dengan ketetapan negara-negara anggota WHO untuk tidak terlibat kerjasama dengan industri tembakau atau pihak lain yang bekerjasama untuk kepentingan mereka, termasuk Foundation for Smoke Free World

Tahun 2017, Foundation for a Smoke Free World atau FSFW dibentuk, FSFW menerima dana sebesar 80 juta USD per tahunnya selama 12 tahun dari Philip Morris Internasional (PMI) yaitu perusahaan rokokmultinasional asal Amerika, dengan visi yaitu to improve global health by ending smoking in this generation. Menghentikan merokok disini adalah mengeliminir penggunaan rokok konvensional yang dibakar (menghasilkan asap), dan diganti dengan rokok yang dipanaskan (menghasilkan uap), hal ini juga perlu dicegah dan dihindari karena sama sama sangat berbahaya untuk kesehatan.

Selain Ketua SMRH, peserta lainnya juga terdiri dari beberapa Ketua/Dekan Fakultas Kesehatan dari PTN dan PTS lainnya, diantaranya : Universitas Indonesia, Universitas Diponogoro, Unibersitas Muhammadiyah, dan Ketua STIKes Surya.