Pelatihan Healthy Mom, Baby Massage and SPA

Massage/pijat merupakan terapi sentuh tertua dan terpopuler yang dikenal manusia. Pijat telah lama dilakukan hampir di seluruh dunia termasuk di Indonesia dan diwariskan secara turun temurun. Pijat tersebut bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan mengembalikan tubuh menjadi segar bugar kembali.  Pijat dapat diterapkan di semua kalangan umur mulai dari bayi hingga dewasa.

Program pelatihan ini ditujukan bagi tenaga kesehatan khusunya mahasiswa Sarjana Terapan Kebidanan dan Profesi Bidan yang ada di STIKes Mitra RIA Husada Jakarta. Kompetensi ini akan meningkatkan kepercayaan diri bidan dalam Laporan Pelatihan memberikan pelayanan kebidanan yang komprehensif, serta menumbuhkan jiwa berwira usaha bagi bidan.  Selain itu pelatihan ini sebagai kompetensi/kurikulum unggulan Program Studi sehingga dijadikan pelatihan yg wajib di laksanakan dan dikuti oleh Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan dan Profesi Bidan. Berdasarkan hal tersebut diatas perlu dipersiapkan tenaga-tenaga bidan yang mampu memberikan asuhan prima untuk asuhan sayang ibu dan bayi dalam melakukan asuhan kebidanan. Masa pandemi Covid-19 masih menimbulkan ketidakpastian dalam dunia pembelajaran khususnya pada pelatihan, situasi ini berdampak pada beberapa kebijakan termasuk pada pola pelatihan Healthy Mom, Baby Massage And Spa sehingga pelatihan ini menggunakan metode daring WhatsApp Group, Live Zoom dan Google Form serta mekanisme pelaksanaan yang sudha disipakan oleh provaider IHCA.

Pelatihan ini dibuka secara virtual langsung oleh Ketua STIKes Mitra RIA Husada Jakarta ibu Sri Danti Anwar MA dan  pihak provaider IHCA (Indonesian Holistic Care Association) yaitu bunda Suratmi. Pelatihan ini berlangsung selama 15 hari dimulai pada tanggal 03 sampai dengan tanggal  15 Agustus 2020. Jumlah peserta dalam pelatihan ini berjumlah 129 terdiri dari Prodi Sarjana Terapan Kebidanan 90 mahasiswa, prodi Profesi Bidan 33 mahasiswa serta para dosen 6 dosen. Fasilitas yang didapat oleh masing-masing peserta antara lain : Modul materi, 2 sertifikat, video pembelajaran praktik seragam kaos dan goodie bag.

Adapun metode dalam pelatihan ini adalah online dengan menggunakan WhatsApp Group, Live Zoom, Google Form dna Telegram. Setiap harinya para peserta di share video praktk, penjelasan mtaeri dengan live zoom, diskusi taya jawab dengan para faslitator dan peserta. Evaluasi dalam setiap keterampilan dalam bentuk penugasan berupa pembuatan video praktik dan diberikan feedback oleh tim fasilitator IHCA lewat WhatsApp Group ataupun Telegram.

Tentunya materi dalam pelatihan ini terkait dengan asuhan pelayanan komplementer yakni pada kehamilan, nifas dan bayi, seabagai berikut :

Akhir dari penelitian ini seluruh peserta kompeten dan dinyatakan lulus diumumkan pada acara yudisium pelatihan sekaligus penutupan kegitan pelatihan ini. Kelulusan diumumkan oleh bunda Miya Prakoso selaku Manager IHCA.

Bagi peserta yang dinyatakan lulus diterbitkannya sertifikat. Harapan panitia adalah seluruh peserta mendapatkan manfaat yang berarti dari kegiatan Pelatihan Touch Training: Healthy Mom, Baby Massage And Spa ini dan secara tidak langsung memberikan manfaat untuk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan dan Profesi Bidan, dan tentunya bagi mahasiswa dapat menambah keterampilan pada asuhan kebidanan pelayanan komplementer.  (SK Panitia Pelatihan Healty Mom, BM, Spa-ICHA link : https://bit.ly/2EVOcNH ) (Materi link: https://tinyurl.com/y4twwrh3 )

Kelas Pelatihan Online Media Pembelajaran

Sesuai arahan Presiden dan Mendikbud seta LLDIKTI Wilayah III untuk selalu dapat menaati arahan dan protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh pemerintah. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tertanggal 17 Maret 2020 untuk melaksanakan work from home (WFH). Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan diperkenankan untuk bekerja dari rumah, tanpa mengurangi kinerja, tidak mempengaruhi tingkat kehadiran dan tidak mempengaruhi tunjangan kinerja. Selain itu, terdapat juga Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 1 tertanggal 16 Maret 2020 yang salah satu poinnya adalah memberlakukan penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk Perguruan Tinggi di wilayah masing-masing, dan menyarankan mahasiswa untuk melakukan pembelajaran dari rumah.

Menaggapi hal di atas tentunya STIKES Mitra RIA Husada Jakarat tidak diam saja,  kami berupaya beradaptasi dan memenuhui semua kebutuhan dari para dosen dan mahasiswa. Salah satunya kebutuhan untuk pilihan melakukan pembelajaran secara daring. Memang tidak mudah dilakukan,  Pertama, memerlukan kesiapan perangkat dan tentu paket data internet yang masih dikelola secara mandiri. Kedua, tidak semua dosen dan mahasiswa siap mengoperasikan sistem pembelajaran daring dengan cepat, termasuk juga mempersiapkan bahan perkuliahan secara digital. Revolusi industri 4.0 memungkinkan kita melakukan inisiatif terbarukan untuk memaksimalkan fungsi komunikasi, transfer informasi, dan pengetahuan. penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini kami pun melakukan berbagai media pembelajaran jarak jauh pun dicoba dan digunakan. Sarana yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran online antara lain, E-learning, aplikasi zoom, Google Classroom, YouTube, maupun media sosial whatsapp. Sarana-sarana tersebut dapat digunakan secara maksimal, sebagai media dalam melangsungkan pembelajaran seperti di kelas. Dengan menggunakan media online tersebut, maka secara tidak langsung kemampuan menggunakan serta mengakses teknologi semakin dikuasai oleh mahasiswa maupun Dosen.

Dalam mendukung  semua dosen dan mahasiswa siap mengoperasikan sistem pembelajaran daring dengan cepat, termasuk juga mempersiapkan bahan perkuliahan secara digital. STIKes Mitra RIA Husada Jakarta berupaya untuk memfasiltasi dosen dan mahasiswanya dengan menyelenggarakan “Pelatihan kelas online Metode Pembelajaran dengan pemanfaatan platform Quiziz, Edmodo, Google Form dan Camtasa Studio”. Pelatihan ini diselenggarakan dengan berkolaborasi/kerjasama dengan Dunia Akademisi.

Kelas pelatihan media pembelajaran ini dilakukan secara online menggunakan sarana WhatsApp, Youtube, dan Google Class. Peserta yang mengikuti dari kegiatan Pelatihan ini antara lain : Seluruh dosen SMRH dan mahasiswa Sarjana Terapan Kebidanan, Profesi Bidan, S1 Kesehatan Masyarakat dan D-III Kebidanan. Adapun tujuan dari kegiatan pelatihan ini adanya peningkatan kemampuan sivitas akademika (tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa) khususnya dalam menggunakan beberapa metode pembelajaran daring.

Pelatihan ini sangat menarik bagi peserta terlihat pada  peserta yang antusias aktif dan respon selama pelatihan  begitu pula  saat menyelesaikan tugas dengan baik dan  segera. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 15 s/d 19 Juli 2020, dengan waktu pelatihan 19.30 s/d 21.30 WIB, dengan tempat dimasing masing peserta. Adapaun materi pelatihannya:

Akhir dari penelitian ini seluruh peserta kompeten dalam penggunan media pembelajaran dan dinyatakan lulus  dengan terbukti dengan adanya terbit sertifikat. Semoga dengan adanya pelatihan ini para dosen dan mahasiswa dapat melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan lebih baik dan berkualitas. ( SK Pelatihan Pembelajaran Daring-Fin link : ( SK Kepanitiaan link : https://tinyurl.com/y5n3p26g) ( BukuPanduanPelatihan link: https://bit.ly/32FE83c )  (Presensi Peserta link:  https://bit.ly/32AaIDR ) ( Sertifikat link:  https://bit.ly/31BcrcH )

SRI DANTI ANWAR : PENTINGNYA PERAN TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DI ERA NEW NORMAL

Jakarta, 20 Juli 2020

Setelah Presiden RI menghimbau pada tanggal 15 Maret 2020 tentang belajar, bekerja dan beribadah di rumah, sejumlah sekolah dan perguruan tinggi mulai membatasi kegiatan belajar mengajar tak terkecuali Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH).

Berdasarkan Surat Edaran 022/Ketua SMRH/III/2020 tentang Kegiatan Pembelajaran Stikes Mitra RIA Husada Ketua SMRH memutuskan selama situasi dalam keadaan bencana non alam (Force Majeure) pada tanggal 16 s/d 28 Maret 2O2O pelayanan akademik dan non akademik di lingkungan Kampus SMRH dilakukan secara daring.

Kemudian untuk kegiatan Perkuliahan/Pembelajaran semester genap sejak tanggal 16 s/d 28 Maret 2020 dilaksanakan menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Long Distance Learning (LDL) yang akan dikoordinasikan oleh masing – masing Ketua Program Studi yang digunakan oleh masing – masing dosen disesuaikan dengan situasi dan kondisi dosen serta mahasiswa.

Dalam surat edaran tersebut Ketua SMRH juga memerintahkan untuk menarik seluruh mahasiswa dari lahan praktikum dan menunda kegiatan di lahan praktikum sejak tanggal 16 s/d 28 Maret 2020.

Sedangkan untuk mahasiswa yang akan melakukan pembayaran semester genap di arahkah untuk melakukan transaksi melalui transfer Bank Mandiri dengan tujuan Sekolah Tinggi llmu Kesehatan Mitra RIA Husada di nomor rekening 129.000.4978.538

Ketua SMRH juga menghimbau untuk tetap menjaga kesehatan, tidak melakukan aktivitas di luar rumah kecuali sangat mendesak dan apabila diperlukan melakukan tes kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala batuk, demam, sesak nafas.

 

Tim Humas dan Marketing SMRHDi era pandemi dan new normal saat ini, peran tenaga kesehatan sangat
penting dalam upaya mensosialisasikan protokol kesehatan bagi masyarakat umum
untuk menangani berkembangnya dan tertularnya wabah virus corona yang terjadi
di berbagai belahan dunia tak terkecuali yang terjadi di Indonesia.

 

 

Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH) Jakarta, menjadi salah satu
kampus kesehatan yang juga konsen membantu pemerintah dalam upaya mengahadapi
wabah covid-19 di era new normal yang diterapkan pemerintah saat ini. New
normal adalah adaptasi kebiasaan baru dalam rangka menuju masyarakat produktif,
aman dari covid-19.

 

Para tenaga kesehatan berkompeten dari Program Studi S1 Kesehatan
Masyarakat SMRH Jakarta, mengelola penerapan protokol kesehatan pencegahan
covid-19, guna mensosialiasikan kepada masyarakat luas untuk tidak takut atau
hawatir menjalankan aktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan dan
menjalankan protokol kesehatan. Untuk membangunan kepercayaan diri dan
produktifitas di era new normal kepada masyarakat, perlu adanya penerapan yang
efektif dalam membantu pemulihan kepercayaan masyarakat untuk kembali
mengunjungi tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan, pusat hiburan,
tempat-tempat wisata, hotel, transportasi umum dan lainnya.

 

Tenaga kesehatan masyarakat memiliki peran utama dalam mengedukasi
masyarakat terkait dengan pencegahan penyakit menular dan tidak menular serta
menjaga lingkungan dan masyarakat agar tetap berperilaku untuk hidup bersih,
sehat, taat dan disiplin protokol kesehatan baik di rumah maupun di lingkungan
sekitar, karena perilaku individu adalah kunci keberhasilan dalam menangani
covid-19.

 

Tempat-tempat umum tersebut diatas, sudah saatnya mengelola dan
menerapkan protokol kesehatan di era new normal dengan melibatkan tenaga
kesehatan yang terdidik dan kompeten di bidangnya yaitu Sarjana Kesehatan Masyarakat.
Dengan melibatkan mereka dalam edukasi dan sosialisasi tentang penyakit menular
dan tidak menular, juga tentang perilaku bersih dan sehat. Maka hal ini, dapat
meyakinkan masyarakat dan dapat menimbulkan kepercayaan bagi masyarakat untuk
kembali mendatangi tempat-tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, pusat
hiburan, tempat-tempat wisata, hotel, transportasi umum dan lainnya, dengan
perasaan tenang dan nyaman, karena telah terpapar informasi mengenai protocol
kesehatan dari tenaga kesehatan yang terdidik dan mempuni di bidangnya.

 

Lembaga-lembaga
pendidikan tinggi yang mempunyai jurusan kesehatan masyarakat, sudah saatnya
berperan aktif menyalurkan sarjana-sarjana kesehatan masyarakat ke dunia
industri tersebut diatas, demi pengelolaan protokol kesehatan pencegahan covid-19
di era new normal yang lebih efektif dan kredibel.

 

Inilah link
and match antara perguruan tinggi dan dunia industri yang membangun ekosistem
kesehatan masyarakat di era new normal.

BERSAMA MELAWAN PENYEBARAN COVID- 19

Jakarta, 18 Maret 2020

Setelah Presiden RI menghimbau pada tanggal 15 Maret 2020 tentang belajar, bekerja dan beribadah di rumah, sejumlah sekolah dan perguruan tinggi mulai membatasi kegiatan belajar mengajar tak terkecuali Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra RIA Husada (SMRH).

Berdasarkan Surat Edaran 022/Ketua SMRH/III/2020 tentang Kegiatan Pembelajaran Stikes Mitra RIA Husada Ketua SMRH memutuskan selama situasi dalam keadaan bencana non alam (Force Majeure) pada tanggal 16 s/d 28 Maret 2O2O pelayanan akademik dan non akademik di lingkungan Kampus SMRH dilakukan secara daring.

Kemudian untuk kegiatan Perkuliahan/Pembelajaran semester genap sejak tanggal 16 s/d 28 Maret 2020 dilaksanakan menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Long Distance Learning (LDL) yang akan dikoordinasikan oleh masing – masing Ketua Program Studi yang digunakan oleh masing – masing dosen disesuaikan dengan situasi dan kondisi dosen serta mahasiswa.

Dalam surat edaran tersebut Ketua SMRH juga memerintahkan untuk menarik seluruh mahasiswa dari lahan praktikum dan menunda kegiatan di lahan praktikum sejak tanggal 16 s/d 28 Maret 2020.

Sedangkan untuk mahasiswa yang akan melakukan pembayaran semester genap di arahkah untuk melakukan transaksi melalui transfer Bank Mandiri dengan tujuan Sekolah Tinggi llmu Kesehatan Mitra RIA Husada di nomor rekening 129.000.4978.538

Ketua SMRH juga menghimbau untuk tetap menjaga kesehatan, tidak melakukan aktivitas di luar rumah kecuali sangat mendesak dan apabila diperlukan melakukan tes kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala batuk, demam, sesak nafas.

 

Tim Humas dan Marketing SMRH

Penyusunan Proposal ASEAN The Enpowerment Of Women in Economy in Digital Era : Policy Recomendation

Cibubur, Jakarta Timur, 7 Februari 2020 Pukul 15:30 WIB,

Ibu Dra. Sri Danti Anwar, MA selaku Ketua STIKes Mitra RIA Husada didampingi oleh Wakil Ketua II Bidang Non Akademik, Ibu Dra. Ninin Nirawaty, MEd.PA berbincang – bincang dengan Perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI (Bapak Ikhsan, Ibu Nani dan Bapak Yuri) membicarakan tentang Penyusunan Proposal ASEAN The Enpowerment Of Women in Economy in Digital Era : Policy Recomendation

Ibu Dra. Sri Danti Anwar, MA sekaligus mempromosikan kepada perwakilan KPPPA terkait upaya SMRH mendukung upaya menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi, serta peran perempuan dalam pemberdayaan ekonomi keluarga melalui konsulen tenaga kesehatan yg dihasilkan oleh SMRH.

ASEAN Stategic Framing On Gender Mindstreaming

Cibubur, Jakarta Timur, Jumat, 7 Februari 2020, Pukul 11:00 WIB,

Ketua STIKes Mitra RIA Husada (SMRH), Dra. Sri Danti Anwar, MA sedang berbincang – bincang dengan Konsultan US-Prospect yakni Miss Nasima dari Inggris, dan Miss Seema dari Washington DC.

Pertemuan tersebut mendiskusikan tentang ASEAN Stategic Framing On Gender Mindstreaming, di mana Ibu Dra. Sri Danti Anwar, MA memberikan arahan – arahan terkait Kerangka Strategic Pengarus Utamaan Gender .

Ibu Dra. Sri Danti Anwar, MA adalah salah satu member ASEAN Commision on the Promotion and Protection of the Right of Women and Children (ACWC).

Ibu Ketua SMRH sekaligus mempromosikan keberadan SMRH, yang secara kebetulan Miss Seema fokus dari latar belakang Kesehatan Reproduksi.

WACANA IMPLEMENTASI KERJASAMA PENGELOLAAN LAHAN ANTARA SMRH DENGAN TRUBUS

(Selasa, 4 Februari 2020) Ketua STIKes Mitra RIA Husada (SMRH) sedang berbincang – bincang dengan Ibu Raffi dan Tim dari Trubus Bina Swadaya di Toko Trubus Cimanggis Depok membicarakan implementasi kerjasama pengelolaan lahan antara SMRH dengan Trubus pada tahun 2020 yang bertujuan untuk Pengabdian kepada Masyarakat, memberikan pelatihan kepada masyarakat lingkungan sekitar lingkungan Kampus serta memberdayakan Mahasiswa dan Dosen SMRH untuk berkonstribusi terhadap lingkungan SMRH menjadi lahan non produktif menjadi kebun bergizi.

Usaha Siapkan Satu Bidan Untuk Setiap Posyandu

Hari Selasa pagi ini January 28, 2020, Ibu Dr. Sri Danti Anwar, Ketua Stikes Mitra RIA Husada didampingi Prof. Dr. Haryono Suyono, selaku Pembina Perguruan Tinggi yang sama bersama Ibu Dr. Sri Hartati Pandi dan seluruh jajaran Pimpinan Sekolah Tinggi yang mengelar kuliahnya di kawasan Cibuvur Jakarta telah diterima dan mengadakan pembicaraan yang intensif tetang kegiatan Perguruan Tinggi itu sebagai penyedia tenaga bidan professional yang bermutu bersama Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, SPOG yang didampingi oleh Dr. Dwi Listyawardani, MSc dan jajaran staf lainnya di kantor BKKBN Pusata di Jakarta. Kegiatan penyediaaan tenaga bidan oleh perguruan tinggi itu bermula karena Ibu Tien telah diminta oleh Almarhum Presiden HM Soeharto berhubung menurut pelaporan Kepala BKKBN pada waktu itu untuk 60.000 desa di Indonesia hanya dimiliki tidak lebih dari 8.000 bidan. Padahal sebagian besar bidan tersebut bekerja di Rumah Sakit dan hampir tidak ada yang bekerja di desa.

Pada saat BKKBN sedang gencar mengusahakan kesertaan KB dari desa, praktis jajarean bidan tidak secara maksimal memberikan pelayanan di desa dengan baik karena tidak tersedia tenaga dokter atau bidan di desa yang cukup jumlahnya. Pada suatu saat atas permintaan Kepala BKKBN yang waktu itu dipimpin oleh Dr. Haryono Suyono, tanpa adanya bidan, maka pelayanan KB tidak bisa dijalankan sesuai target waktu yang ditentukan dengan baik untuk menurunkan tingkat kelahiran menjadi separo dari keadaan tahun 1970 pada tahun 2000. Lebih-lebih lagi tidak bisa dipercepat menjadi separo pada tahun 1990 seperti diarahkan oleh Presiden atas permintaan Kepala BKKBN agar bisa mengejar ketertinggalan Indonesia dalam pembangunan, khususnya karena tingkat kematian ibu hamil dan melahirkan yang tinggi dan angka kematian anak yang juga sangat tinggi.

Dr. Sri Danti Anwar menyatakan bahwa Sekolah Tinggi yang dipimpinnya selain menyediakan pendidikan untuk bidan yang berkualitas juga memiliki program studi Kesehatan Masyarakat yang telah meluluskan tenaga yang banyak berkiprah dalam posisi dan kegiatan promosi kesehatan dan KB di berbagai daerah. Sekolah Tinggi ini juga sedang mempertimbangkan beberapa program studi baru dalam bidang yang mendukung pengembangan yang lebih baik dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Disamping itu dalam menyelenggarakan pendidikan bidan, diberikan juga kegiatan penelitian dan pengembangan yang luas, termasuk praktek untuk para bidan di klinik dan di lapangan yang luas di desa sesuai perkembangan pelayanan untuk ibu hamil dan melahirkan atau pelayanan untuk anak menyusui dan anak balita.

 

Dalam hal pelayanan untuk ibu hamil dan melahirkan, Prof. Dr. Haryono Suyono menambahkan keinginan untuk memberikan prioritas kepada daerah-daerah yang relatif tidak banyak memiliki tenaga bidan seperti pernah dilakukan dengan memberikan pendidikan bidan bagi Provinsi Papua beberapa waktu yang lalu. Oleh karena itu Ibu Danti sebagai Rektor memohon kerja sama dengan BKKBN guna ikut mendorong Provinsi dan Kabupaten/Kota yang sangat memerlukan tenaga itu bisa mengirim mahasiswa ke sekolah Tinggi ini yang tidak saja sangat berpengalaman tetapi juga bisa menyediakan asrama yang memadai untuk mahasiswa dari luar kota, atau pondokan yang relatif ringan karena kampusnya tidak berada di tengah kota Jakarta.

Dalam hubungan tenaga bidan ini, Ibu Danti, diperkuat oleh Pembina Yayasan Prof. Dr. Haryono Suyono, mengusulkan agar ada study pengembangan yang berisi pelatihan bidan dan pasangan usia subur yang sedang hamil untuk mengenal secara mendalam keadaan kehamilannya, terperinci atas risiko sakit dan kematiannya, dengan arahan agar setelah dikenal keadaan ibu hamil  sesuai risiko yang dimilinya, setiap Ibu hamil di dampingi secara ketat oleh bidan sehingga biarpun risiko tinggi tetap melahirkan dengan selamat atau tingkat kematiannya nol.  Dengan demikian yang dipelajari bukan hanya kualitas bidannya, tetapi hasil dari penelitian yang yang mengikuti proses kehamilan dari ibu yang ada di desa dan usaha preventif mencegah dan mengantar ibu hamil itu melahirkan dengan selamat dengan angka kematian ibu hamil dan melahirkan nol.

Tentang program FKM disampaikan kepada Kepala BKKBN bahwa dimasa lalu Program Studi ini ikut mengantar pendidikan untuk para dokter dan non dokter yang apabila selesai studinya menguasai masalah kesehatan secara umum sekaligus ilmu kemasyarakatan sehingga sangat cocok untuk kader-kader Pimpinan BKKBN yang harus bergerak tidak lagi linear dalam bidang kesehatan tetapi dapat mengantar keluarga Indonesia menguasai delapan fungsi keluarga sebagai arahan pemberdayaan keluarga sesuai UU nomor 10 tahun 1992 atau UU nomor 52 tahun 2009 yang menjadi misi BKKBN sejak tahun 1970, yaitu membangun keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera serta memiliki nilai fungsi keluarga yang unggul.

Menanggapi berbagai masukan tersebut Kepala BKKBN menyambut baik kontribusi Sekolah Tinggi yang didirikan oleh Almarhum Ibu Tien Soeharto itu dan berjanji siap bekerja sama. Bahkan Kepala BKKBN mengajak Stikes Mitra RIA Husada mulai mengambil daerah misalnya Jakarta Selatan, Banten atau ikut program di Daerah Ciracas yang sedang di kembangkan bersama salah satu penyumbang kegiatan untuk sebuah Desa menggunakan pendekatan khusus media informasi yang dianggap mutakhir dan diperkirakan memudahkan binaan dalam jangka panjang.

 

Kepala BKKBN juga siap menyediakan alat dan obat kontrasepsi untuk para kader bidan yang sedang mengikuti kuliah dalam pengawasan dan bersama dosennya dapat mengadakan pendekatan kepada masyarakat dalam pelayanan KB sehingga apabila lulus sebagai bidan sudah sekaligus mengikuti ujian kompetensi yang dianggap menjadi mahir dan berhak melakukan pelayanan yang bersifat mendiri.

Pada akhir pertemuan disepakati akan segera dilakukan tindak lanjut agar maksud baik pendirian Perguruan Tinggi Stikes Mitra RIA Husda yang digagas atas instruksi Presiden Soeharto melalui Ibu Tien Soeharto itu dilanjutkan sesuai gagasan awal dan berkembang maju dengan kualitas tinggi demi pelayanan yang bermutu guna meningkatkan kenikmatan dan kesejahteraan pasangan usia subur yang menjadi sasaran utamanya. Semoga.

English Conversation Day bersama Dra. Sri Danti Anwar, MA (Ketua STIKes Mitra RIA Husada),

English Conversation Day bersama Dra. Sri Danti Anwar, MA (Ketua STIKes Mitra RIA Husada),
Setiap hari Jumat pukul 14:00 s/d 15:00 WIB

Kegiatan ini pertama kali dilaksanakan pada minggu lalu, Jumat (17 Januari 2020), dengan peserta mahasiswa Prodi S1 Kesmas, semester 7 kelas reguler
Topik pertemuan pertama :
Introduce Your Self and Your Friends

Tujuannya dilaksanakannya Conversation Day ini adalah memberikan nilai tambah kepada mahasiswa terutama S1 Kesmas untuk menghadapi dunia kerja yang semakin menuntut keterampilan salah satunya adalah keterampilan ber bahasa Inggris.

SMRH Peduli Bencana Longsor dan Banjir Bandang

BEM  SMRH melakukan kegiatan peduli bencana longsor dan banjir bandang di kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor pada hari Sabtu tanggal 11 Januari 2020. Sumber Donasi berasl dari ketua dan jajaran YKBRP, Ketua SMRH serta dari karyawan, dosen beserta mahasiswa SMRH.

 Donasi yang terkumpul dibelanjakan dalam bentuk sembako ( Beras, gula, minyak, makanan siap saji, Mie instan ), perlengkapan sekolah, bumbu dapur , susu , diapers, minyak kayu putih, bedak gatal  serta alas tidur untuk korban bencana. Penyerahan bantuan diserahkan langsung ke posko utama di kantor kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.

 Tim yang berangkat berjumlah 15 orang yang terdiri dari 2 orang dosen, 2 orang karyawan serta 11 orang perwakilan mahasiswa.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Jl. Karya Bhakti No.3, RT.8/RW.7, Cibubur, Kec. Ciracas, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13720